
Selamat Natal 2009 & Selamat Tahun Baru 2010
Semoga Kasih Karunia dan Damai Sejahtera dari Tuhan Sang Penggenggam Semesta..Senantiasa Beserta Kita..Sekarang dan Selama-lamanya..
Amiiin...
Debby -- Agnes -- Nathan
@ Cilacap -- Jawa Tengah
Agnes Dwi Alamsari Stories
dikutip dari COSMOPOLITAN edisi Maret 2008.



ku terbiasa tersenyum tenang
walau hatiku merana
kaulah cerita tertulis dengan pasti
selamanya dalam pikiranku
peluk tubuhku untuk sejenak
dan biarkan kita memudar dengan pasti
biarkan semua seperti seharusnya
takkan pernah menjadi milikku
lupakan semua tinggalkan ini
ku
berjalanlah walau habis terang
ambil cahaya cintaku terangi jalanmu
di antara seribu lainnya
kau tetap
kau tetap
kau tetap benderang
hmm..speechless juga sih..tapi saya mulai menyukai entah lirik lagu ini atau cara orang tersebut mengidentikkannya dengan saya..yang jelas saya cukup tersanjung a.k.a geer juga..terlebih karena lirik terakhirnya, yang kata orang itu justru paling pas buat menggambarkan saya : DI ANTARA BERIBU LAINNYA, KAU TETAP BENDERANG..
dan ternyata kesukaan saya menular pada si kecil Nathan. terbiasa mainin ponsel mamanya, dia sekarang selalu merajuk minta diputarkan lagu itu. karena Nathan tak pernah mengingat lagu dari judulnya, maka untuk dia cukuplah bilang : "Ma, lagu BERJALANLAH, Ma." haha...
untuk si Mr. , thanks a lot yaa....selalu ada pelangi sesudah hujan..ya khan..
Selamat Tahun Baru 2009, yaa.. semoga kita semua termasuk orang yang beruntung, yakni pribadi yang bisa melihat masa lalu tanpa penyesalan ; melihat hari ini dengan penuh rasa syukur ; melihat masa depan tanpa rasa khawatir.. Amin..GOD Bless You..
dengan segala ketulusan, Agnes and family wanna wish You all.. Merry Christmas..Jesus Christ Bless..
Baru - baru ini - tepatnya dua minggu belakangan - saya mencoba " peruntungan " lain di dunia maya lewat facebook. Puji Tuhan, setelah bergabung di facebook, banyak manfaat yang saya dapetin. contohnya, hampir kebanyakan teman semasa sekolah ( SMA 1 Cilacap ) dan kuliah dulu ( AKL Depkes Purwokerto ) punya account di facebook dan saya bisa keep in touch dengan mereka. Manfaat lain, saya bisa curhat dan mengemukakan pendapat secara interaktif, dan lain - lain, tentunya termasuk memperluas jejaring alias networking, yang di masa global ini menjadi sesuatu yang -kayaknya- bagai sayur tanpa garam, jika tidak memilikinya, betul ?!
Nah, teman - teman yang ingin visit bisa klik tautan ini :
http://www.facebook.com/album.php?aid=3867&l=038d3&id=1613032336
dan gambar yang saya pasang di profile adalah seperti yang di atas itu tuh..
Okay..makasih yaa

wah..secara judul entry aja, pastinya bisa ditebak yah..posting saya kali ini kira - kira berisi sederet keluhan..haha..
tapi serius.. yang namanya take a rest, really take a rest itu emang a must, kudu, wajib, harus. tubuh kita punya ambang batas toleransi untuk ber - capek ria,pada satu titik tertentu tubuh kita pasti " menjerit " minta beristirahat dari semua aktivitas..
dan itulah yang saya alami 2 - 3 minggu belakangan ini. terlalu sering mengabaikan sinyal tubuh untuk istirahat sejenak, akhirnya " alarm " bener - bener dibunyiin, pertanda bahwa saya mau nggak mau, suka nggak suka, kudu berhenti dari semua kesibukan.
yap.. hampir sebulan ini saya kena gejala tipes. berawal dari kesibukan tiada henti menjalani aneka kegiatan, pola makan yang ngawur abis, waktu istirahat yang kekeuh dipake kerja, akhirnya diri saya tumbang juga, sodara - sodaraa..
meskipun boring luar biasa..saya harus nurut baring - baring di rumah berhari - hari, berbekal
tapi untuk memulihkan tubuh..apa aja saya jabanin deh..dan Puji Tuhan..sekarang udah bisa nge - blog lagi..hwe..hehe..
untuk ke depan, mungkin ini harus masuk ke resolusi tahunan saya, saya bertekad untuk tidak mengabaikan sinyal biologis tubuh yang berdentang minta istirahat..alias saya kudu menahan diri untuk nggak sembrono menjalani multitasking andalan saya..yah..meskipun berat, hiks..hiks..
mungkin buat temen - temen yang punya ' kasus ' serupa bisa slow down juga..however, manusia emang bukan robot khan....so, have you take a good rest today ?!





Matheus Debby Susono, ST
Agnes Dwi Alamsari, S. Sos
dan putra kami :
Daniel Nathan Abbynesta
ngucapin : SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1429 H
SEMOGA MENJADI PEMENANG MELAWAN MUSUH TERBERAT YAITU HAWA NAFSU, & KEMBALI KE FITRAH SEBAGAI MANUSIA KHALIFAH DI MUKA BUMI. AMINN...
ketika saya memutuskan untuk ikut, masuk jadi finalis dan berhasil meraih THE BEST INTELLEGENCY, itu adalah salah satu pencapaian terbesar saya..ternyata apa yang saya kira impossible buat saya raih, tak selamanya tidak mungkin..hal yang sama berlaku ketika saya yang hobi nulis, didorong untuk sesekali berani mengirimkan tulisan fiksi saya ke sebuah media..setelah bosan didesak sana sini akhirnya saya kirimkan juga salah satu tulisan..dann..ternyata dimuat ! wah, tau gitu mah dari dulu aja, hehe.. tapi begitulah, sulit mengatakan kenapa saya tak kunjung dapat keyakinan bahwa saya bisa, sebelum ada orang lain yang ikut mendukung keyakinan itu..mungkin saya kena sindrom terjebak di Comfort Zone or whatever lah..
ini menjadi berat ketika saya bergabung di Staf Protokol..saya yang kudu didorong - dorong untuk jadi lebih pe-de, tidak selalu bisa mengandalkan dorongan itu karena..di Protokol, setiap detik harus pe-de ! beberapa acara besar yang semula saya hindari ( karena kurang pede ), akhirnya satu per satu saya jalani dan..lagi - lagi jadi pencapaian besar karena I Finally Found that I Can ! ternyata saya bisa, kok, siapa takut ?
seperti resepsi 17 Agustus ini..yang bintang tamunya adalah Tia AFI. Gambar - gambarnya bisa diliat di atas entu tuh..
dua tahun yang lalu saya sudah pernah dipercaya untuk jadi pembawa Acara sejenis, ( Resepsi Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI Kabupaten Cilacap di Pendopo Wijayakusumasakti, yang dihadiri tak kurang 2000 undangan Para Pejabat dan Tokoh Masyarakat level Kab.Cilacap dan sekitarnya.. ) dan lumayan sukses menurut banyak orang. tapi.. dulu pencapaian itu saya lakukan dengan persiapan matang..
nahh..tahun ini saya harus ekstra keras bekerja, karena Ibu Susy- sang MC import dari Yogya- yang sedianya dibooking utk acara ini akhirnya batal hadir..dan saya berdua Mbak Dewi ditodong utk menggantikan. Whakss..... ??!! untuk Mbak Dewi, sutralah tidak usah dibahas, karena ibu ini adalah satu dari sedikit Protokol Profesional dan MC andalan kita..yang saya kagumi juga..dengan jam terbang yang udah sekian puluh milyar..tapi saya..so what about me..? aduh..saya secara mendadak kudu nyiapin run down acara berikut narasinya, plus menata mental juga tentunya..hanya empat jam sebelum take ! waw..tapi berbekal persiapan pendek, rasa pede yang harus dan slogan Saya Bisa itulah..saya maju dan .. berhasil ..Thank's GOD !!
saya berharap, ke depan tidak perlu mengandalkan lagi didorong - dorong orang lain untuk bisa confident..karena.. Saya Bisa ..! tapi tetep kudu banyak belajar, biar kualitas semakin bagus juga dong ! ( di setiap bidang, of course )..
pertama..ijin dulu kali ya.. Dhyan, tulisan kamu tak copy paste kesini ya..and for bloggers, Dhyan ( yang gambar cantiknya ada di atas sini.. ) adalah teman sekolah Agnes, di SMA 1 Cilacap, cie..dia salah satu dari sedikiit orang yang sangat mengerti Agnes, well..Dhyan kenal Agnes sebelum Agnes jadi siapa - siapa..welahh..emangnya sekarang juga siapa gitu..dia adalah bagian penting dari hidup Agnes, seperti Agnes juga ( mungkin ) adalah bagian penting dari perjalanan seorang Dhyan..kalo mau visit website nya yang smart abis, bisa klik di http://ambhitadhyan.wordpress.comBeruntunglah mereka yang suka menulis. Orang yang memiliki kebiasaan menulis memiliki kondisi mental yang lebih sehat dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukannya. Ini adalah hasil penelitian yang diungkapkan oleh James Pennebaker, Ph.D dan Janet Seagal, Ph.D dalam Journal of Clinical Psychology. Jadi,ketika Anda menyukai menulis, apalagi menjadikan kepenulisan sebagai pilihan hidup (profesi), berbahagialah Anda. Setidaknya, kondisi mental Anda lebih sehat ketimbang mereka yang tidak suka Jmenulis, meskipun mereka pejabat atau politisi, misalnya
Anda pasti mengenal Hernowo. Penulis yang juga orang penting di Mizan Learning Centre ini pernah mengadakan penelitian kecil-kecilan tentang menulis. Selama melakukan penelitian itu ia bertemu dengan Pennebeker yang mengatakan bahwa menulis dapat mengatasi depresi. Menulis itu menyehatkan tubuh dan jiwa. Bahkan, seorang Fatima Mernissi pun mengatakan bahwa menulis setiap hari dapat mengencangkan kulit wajah. Seorang ahli linguistik bernama Dr. Stephen D. Krashen juga mengungkapkan hasil penelitiannya bahwa menulis dapat memecahkan problem-problem diri. Katanya, menulis itu menata pikiran. Jadi, kalau kita dapat menata pikiran kita, problem kita akan lebih mudah diatasi. Dia juga membuktikan bahwa menulis dan membaca itu tidak dapat dipisahkan. Kekayaan tulisan Anda adalah hasil Anda menyerap bacaan. Jadi, bagi mereka yang berkeinginan menjadi penulis, jangan pelit-pelit beli buku. Hmmm, mungkin lebih tepatnya lagi, jangan malas membaca. Membaca bukan berarti harus membeli, kan? Anda bisa pergi ke perpustakaan, Anda bisa membaca melalui internet, Apa sajalah. Anda bisa membaca koran bekas bungkus nasi . Anda pasti lebih tahu dengan cara apa Anda bisa membaca dan mendapatkan ilmu. Makin banyak Anda menampung, makin banyak Anda bisa mengeluarkan. Nah, kembali pada manfaat menulis tadi, saya ingin mengucapkan selamat kepada Anda yang memutuskan untuk menjadi penulis karena berarti Anda lebih ”sehat” ketimbang orang lain. Lalu, jika memang Anda memutuskan untuk mejadi penulis,mengapa tidak sekalian saja menjadi penulis yang berdedikasi pada profesi?
Orang memiliki alasan masing-masing ketika memilih menjadi penulis. Ada yang menulis sebagai karena ia menyadari betul bahwa ia memiliki kemampuan (bakat) menulis dan berusaha mengaktualisasikan dirinya dengan bakat tersebut. Ada yang melakukannya sebagai selingan dalam hidup, hanya untuk menyalurkan hobi. Ada pula yang melakukannya karena alasan ekonomi, ia menulis untuk mendapatkan uang. Apa pun alasannya, pasti semua penulis ingin agar namanya dikenal oleh banyak orang. Oleh karena itu, seorang penulis kudu produktif melahirkan karya.
Produktif, menurut KBBI, berarti memiliki sifat atau kemampuan menghasilkan sesuatu (dalam jumlah besar). Produktivitas artinya adalah melakukan hal yang produktif secara kontinyu. Bagaimana bisa menjadi produktif dalam berkarya? Hal-hal berikut ini bisa menjadi pemicu Anda untuk produktif dalam berkarya. Produktif bukan hanya karena Anda punya waktu banyak, tetapi sekaligus juga tidak kehabisan ide untuk menulis.
Pertama, tetapkan tujuan Anda menulis. Jadikan menulis bukan sekadar sebagai hobi, melainkan pilihan hidup. Jika sudah demikian, Anda memberi sugesti kepada diri Anda untuk terus menulis. Jika Anda tidak menulis maka Anda tidak akan dapat hidup. Anda bukan apa-apa tanpa karya Anda. Dengan kata lain, jika Anda tidak banyak menelurkan karya maka Anda belum dapat dikatakan sebagai seorang penulis.
Kedua, disiplin diri. Jangan menunggu mood. Anda harus menetapkan target. Anda sendirilah yang paham bagaimana penetapan target yang paling tepat pada diri Anda. Aktivitas keseharian masing-masing orang tidaklah sama sehingga mereka tingkat produktivitasnya tidak sama antara satu dengan lainnya. Mereka yang memang memilih menulis sebagai profesi utama (baca:satu-satunya) maka ia akan dapat menetapkan target lebih tinggi ketimbang mereka yang bekerja, misalnya. Ia mampu menghasilkan lebih banyak ketimbang mereka yang memiliki profesi lain. Katakanlah, sehari 15 halaman. Jika Anda memiliki waktu yang sangat longgar, Anda dapat melakukannya. Makin banyak yang Anda hasilkan setiap harinya, makin baik, tentunya. Akan tetapi, bagi mereka yang bekerja, dan hanya dapat menulis sepulang dari bekerja, Anda juga mesti menetapkan target yang disesuaikan dengan waktu produktif Anda di luar jam kerja. Mungkin Anda akan memiliki waktu tidur yang lebih sedikit ketimbang orang lain. Tapi, tidak mengapa. Itu risiko. Lagi pula, siapa bilang tidur empat jam sehari tidak sehat? Anand Khrisna melakukannya. Asalkan Anda mengimbanginya dengan asupan makanan yang seimbang dengan energi yang Anda keluarkan, rajin minum vitamin, serta meluangkan sedikit waktu untuk berolahraga, Anda tidak akan tidak lebih fit ketimbang mereka yang tidur delapan jam sehari. Untuk menjadi disiplin, Anda perlu membuat jadwal. Apa target jangka pendek yang harus Anda hasilkan dan apa jangka panjangnya. Misalnya, Anda menetapkan target satu minggu Anda menghasilkan satu cerpen, tepatilah target tersebut. Mungkin akan ada kendala dalam pelaksanannya, tetapi jangan berkecil hati. There is always room for improvement. Di hari berikutnya Anda harus lebih baik lagi dari kemarin dan hari ini. Demikian pula jika Anda punya target jangka panjang,misalnya dalam setahun harus melahirkan satu buah novel. Anda juga harus cermat dalam mengatur waktu agar Anda dapat mewujudkannya.Karena, sehari saja Anda menunda pekerjaan,makin beratlah beban Anda untukmewujudkan target tersebut.
Ketiga, rajin-rajinlah membaca. Seperti yang telah disinggung di atas, banyak membaca berarti banyak menyimpan. Banyak menyimpan pasti akan banyak mengeluarkan. Inspirasi kerap datang dari hasilmembaca. Bagaimana Anand Khrisna bisa menghasilkan banyak karya? Lelaki pengagum Soekarno itu menyebutkan bahwa hal terjadi lebih karena yang akan ditulisnya itu memang sudah lama menempel di kepalanya. Seluruh isi kepala yang menumpuk itu adalah buah dari ratusan buku yang telah dibaca sebelumnya dan tinggal dikeluarkan saja. “Kalau sedang menulis, rasa-rasanya seperti perempuan hendak melahirkan, tidak bisa ditahan-tahan lagi. Semuanya harus dikeluarkan segera,” katanya.
Keempat, rajin-rajinlah membuat dokumentasi. Catat apa pun yang singgah dalam keseharian Anda yang sekiranya penting sebagai bahan referensi tulisan Anda kelak. Jika perlu, dokumentasikan hal-hal yang Anda baca melalui media apa pun yang dapat mendukung kegiatan menulis Anda. Kalau tidak sekarang, nanti ia akan Anda butuhkan. Lagi pula, seperti kata sastrawan Maman S. Mahayana, ”Rajin-rajinlah menulis. Lama-kelamaan di otak kamu akan terbentuk sebuah ’sistem menulis’”.Menulis apa pun, mencatat sekecil apa pun, punya kontribusi besar dalam melatih sistem menulis Anda. Ketika Anda mulai menulis, sistem itu akan memandu Anda,membuka kran-kran pikiran Anda hingga meluncurkan ide-ide yang tersimpan di benak Anda. Kadang, Anda takjub dengan hasil tulisan Anda sendiri.
Kelima, buatlah daftar prestasi menulis Anda. Catatlah di media mana tulisan Anda dimuat dan kapan, di mana memenangkan sayembara dan kapan, berapa pula yang Anda dapatkan dari kerja keras Anda. Ini akan memacu gairah Anda unuk terus berkarya. Hargailah karya Anda dan selalu evaluasilah. Tanyakan pendapat beberapa orang. Jika mereka memuji, catatlah. Jika ada yang mengejek pun, simpanlah, tapi, jangan dibikin pusing. Apa pun pendapat mereka tak perlu Anda menganggapnya sebagai jugdement. Anda juga berhak menilai karya Anda sendiri. Jika Anda rasa bagus, anggap saja mereka yang mengejek itu sirik kepada Anda.
Keenam. Menulis dan teruslah menulis. Jangan menunda atau berhenti lama. Itu akan mengurangi sense menulis Anda, bahkan dapat mengikisnya hingga Anda mesti mulai dari nol lagi. Stephen King pernah mengalaminya ketika sebuah kecelakaan membuatnya harus beristirahat total dari aktivitasnya selama tiga bulan, termasuk aktivitas menulis.Ketika ia pulih dan kembali menulis, ia merasa sangat sulit melakukannya. Ia merasa seperti seorang penulis pemula yang belum tahu bagaimana cara penulis. Baru ketika ia memaksakan diri untuk berlatih dan terus berusaha menulis, kemampuannya berangsur kembali.
Makin banyak menulis logikanya kemampuan menulis akan kian terasah. Tulisan akan makin baik. Sistem menulis dalam diri kita akan makin canggih. Anda akan lebih mudah menangkap ide dan mengeluarkannya melalui tulisan Anda. Namun, juga ada kemungkinan lain, makin produktif seorang maka mutu tulisan akan menurun. Ini bisa terjadi jika Anda terlalu banyak memasang target. Barangkali terjadi pengulangan dalam karya Anda. Orang akan jadi bosan membaca karya Anda. Mereka akan hapal cara berpikir Anda. Yang lebih buruk, mereka akan menganggap tulisan Anda tidak terlalu istimewa atau bahkan stereotip dan membosankan. Biasanya ini terjadi pada mereka yang menulis karena faktor ekonomi atau memiliki kesepakatan dengan beberapa penerbit untuk menyelesaikan tulisan dengan deadline yang ditentukan. Penulis yang menulis karena deadline yang dipaksakan biasanya tidak akan lebih bisa berkembang ketimbang mereka yang menulis dengan deadline yang tak terlalu ketat. Jika Anda merasa bahwa deadline Anda terlalu ketat sehingga tulisan Anda dipaksakan harus memenuhi target waktu, yang pertama kali Anda lakukan pertama kali adalah me-review ulang. Evaluasilah hasil tulisan Anda dulu dan sekarang. Anda pasti dapat merasakan perbedaannya. Jika benar tulisan Anda mengalami penurunan dalam hal kualitas, berarti Anda perlu melakukan sesuatu.
Mungkin Anda perlu menjadwal ulang. Bagi mereka yang tidak terikat kontrak apa pun, target hanya berasal dari diri sendiri, hal ini mudah untuk dilakukan. Namun, jika Anda sudah terikat kontrak, hal ini sulit dilakukan karena mengandung konsekuensi tinggi. Anda bisa dianggap melanggar kontrak. Honor Anda bisa dipotong atau lebih buruknya Anda bisa kehilangan kepercayaan dari si pemesan, atau bahkan diperkarakan ke pengadilan. Untuk kondisi ini, yang Anda dapat lakukan adalah berhenti sejenak untuk refreshing pikiran Anda.Ketika Anda sudah merasa segar kembali, kembalilah menulis dengan energi dn semangat yang baru. Fokuskan pada pekerjaan Anda dan kurangi kegiatan lain yang tidak ada kaitannya dengan itu.
Pendek kata, jangan sampai produktivitas membuat kualitas karya kita menjadi turun. Sebaliknya, kita harus dapat membuat produktivitas tersebut menjadi hal yang dapat memperbaiki karya kita secara terus-menerus.
****
Bicara tentang favourite song, orang yang benar - benar mengenal saya pastilah bisa dengan mudah menentukan, apakah sebuah lagu akan menjadi lagu favorit saya atau justru tidak sama sekali. but come on.. orang dengan sensitivitas seperti itu tentunya jarang..saya cuma bisa recommended 2 nama, yang sebaiknya tidak usah disebutkan di sini karena mereka tidak minta menjadi sponsor dan saya bukan manajer mereka..huahaha..
Batik adalah salah satu motif budaya khas Bangsa Indonesia. baru - baru ini kita dilanda keprihatinan, karena beberapa aset asli negeri ini, termasuk Batik, dipatenkan oleh negara lain dan diklaim sebagai milik mereka.





foto pre - wedding and wedding
..



